Apa
  • Akomodasi
  • Camp Rent
  • Event
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Nongkrong
  • Operator
  • Pemerintah
  • Warkop
  • Wisata
Dimana

Wisata Religi, Ziarah ke Makam Datu Nuraya

 

Be the first to review

Visitkalsel.com – Kalimantan Selatan sudah sejak lama terkenal sebagai tempat yang masyarakatnya sangat berpegang teguh pada agama Islam dan menjadi buminya para ulama, dilahirkan, berdakwah hingga dimakamkan.

Banyak makam-makam Wali Allah yang tersebar di kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan dan oleh masyarakat Banjar memberikan penghormatan dengan membangun kubah untuk penanda khusus pada makam-makam dan mempermudah para penziarah yang datang mengunjungi tempat tersebut.

Makam Datu Nuraya yang sangat unik karena memiliki panjang 60 meter dan menjadi makam terpanjang di Indonesia bahkan dunia dikenal dengan nama Datu Panjang. untuk ziarak ke makan beliau, makamnya terletak di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin.

Tidak ada yang tahu lebih banyak soal kisah hidup Datu Nuraya, akan tetapi menurut kisah yang dikutip dari Manakib Datu Nuraya karangan H Muhammad Marwan, kisah di mulai dengan manusia yang bertubuh besar yang datang kepada Datu Suban dan 13 orang muridnya.

Dalam manakib tersebut disebutkan bahwa ketika datang, manusia yang bertubuh besar itu langsung mengucapkan salam sehingga diterima dengan baik oleh Datu Suban dan muridnya.

Ketika ditanyakan soal asalnya, manusia bertubuh besar itu cuma menjawab dengan kalimat Tahlil dan berulang ditanyakan dan dijawab dengan jawaban yang sama hingga tujuh kali, lalu kemudian manusia bertubuh besar itu roboh hingga meninggal dunia.

Datu Suban dan murid-muridnya kebingungan untuk memakamkan si manusia bertubuh besar, karena pada saat itu sedang terjadi musim kemarau hingga tidak ada air dan kesulitan untuk memandikan mayat. Tapi karomah kemudian terjadi, saat itu langsung hujan dan Datu Suban pun berhasil memandikan mayat.

Makan Datu Nuraya sendiri sempat tidak diketahui keberadaannya oleh masyarakat setempat, namun karena sering terlihat cahaya muncul dari tempat makam ini pada malam hari, sehingga dicarilah asal cahaya tersebut oleh masyarakat setempat dan ditemukanlah dua buah batu berjarak sekitar 45 meter yang menghadap kiblat seperti makam pada umumnya.

Media referensi wisata kalimantan selatan Install sekarang #visitkalseldotcom di Google Play Store