Apa
  • Akomodasi
  • Camp Rent
  • Event
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Nongkrong
  • Operator
  • Pemerintah
  • Warkop
  • Wisata
Dimana

Masyarakat yang berada disekitar Objek Wisata Bukit Mayang terdiri dari beberapa suku Dayak, Banjar dan Jawa yang berkerja sebagai Petani Kelapa Sawit, Karyawan swasta dan juga Penambang kayu serta batubara. Mereka merawat dan menjaga kondisi alam sekitar sehingga terjaga dengan baik, setelah memanfaatkan alam sebagai penghasilan atau proses konsumsi mereka tidak lupa untuk mereboisasi atau mengembalikan keadaan alam agar tetap terjaga Ekosistem nya. oleh karena itu kondisi Geografis alam nya tetap terjaga dengan sehat.

Sejarah terbentuk nya nama “Bukit Mayang” adalah dari suatu peristiwa pernikahan masyarakat daerah yang menjadikan sebidang Tanah atau lahan perbukitan sebagai Harta Jujuran kepada Calon mempelai Wanita yang bernama “Mayang”. Setelah beberapa waktu telah berlalu seorang Pengusaha Swasta Daerah bernama H. Johan ingin Ikut serta membangun Industri Pariwisata di Tanah Bumbu agar menjadi salah satu sektor penghasilan besar selain Industri Pertambangan daerah.

Melihat potensi alam yang telah terhampar pada Geografi Tanah Bumbu, Terutama di Kecamatan Simpang Empat beliau mensurvei daerah yang berpotensi tinggi untuk dijadikan Objek Wisata, dari situ lah beliau melirik Bukit – bukit pada daerah Jalan Lingkar Km 4 Jalan Kodeco – Sei Kecil.

Dari beberapa bukit yang berada disana terlihat Satu Bukit yang mempunyai letak sangat Strategis untuk dijadikan Objek Wisata dengan Pemandangan yang Indah dan Sempurna, oleh karena itulah beliau mencoba untuk mencari tahu siapakah pemilik Bukit itu dan mencoba untuk mengelola nya agar dibangun suatu objek wisata yang pasti Populer. Selang beberapa waktu berlalu segala urusan Administrasi telah terselesaikan kemudian Bapak H. Johan mulai membangun Objek Wisata pada wilayah yang strategis itu dengan nama “Bukit Mayang”. Desain yang dibangun pada Bukit Mayang mengusung Wisata Alam dan Wisata Atraksi Buatan, luas pembangunan yang akan dikerjakan diperkirakan seluas 5 km persegi disertai fasilitas keamanan dan segala sesuatu yang pastinya diperlukan.

Media referensi wisata kalimantan selatan Install sekarang #visitkalseldotcom di Google Play Store

FAQs

Q Wisata Alam

Wisata alam adalah destinasi pariwisata yang telah tersedia dialam tanpa ada campur tangan manusia dalam pembentukan nya, sehingga potensi wisatanya alami yang terdiri dari Daya tarik alam berupa Pemandangan, Ekosistem, dan Budaya asli yang terdapat di wilayah tersebut.

Q Wisata Atraksi (Buatan)

Atraksi wisata adalah satu hasil karya manusia yang dipersembahan sebagai bagian untuk menarik minat para wisatawan dan memiliki tujuan demi memberikan kesan kesenangan karena masih berisi penghiburan. Ketika ada obyek wisata alam (baik pantai, gunung, ngarai, dan lain-lain) yang memang merupakan karunia Tuhan, maka atraksi wisata merupakan obyek yang lebih cenderung menggali pada kemampuan manusia, yaitu dengan memberdayakan diri pada kreasi dan inovasi budaya setempat. Walau begitu, kenyataannya keberadaan “atraksi wisata” ini tidak bisa dilepaskan dari faktor alam dan juga faktor kebudayaan setempat, dimana keberadaannya dituntut mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan.


- Jembatan Tali Satu (Sudah Ada Pemandu & Alat Kemanan)
- Jembatan Gntung (Tinggi 10 Meter, Panjang 50 Meter)
- Sepeda Terbang (Sudah Ada Pemandu & Alat Keamanan)
Tarif Anak-anak Rp. 35.000
Tarif Dewasa Rp. 75.000

Q Jejak langkah

loyaltravel22
https://www.instagram.com/gunungmayang/