Follow Me

Pages

Friday, October 30, 2015

Belajar Speleologi di Gua Wisata Batu Hapu



Gua Batu Hapu Secara administratif berada di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin yang berjarak 154 km dari Kota Banjarmasin atau 43 Km dari Kota Rantau (ibukota Kabupaten Tapin). Gua karst ini menarik untuk dikunjungi sehingga menjadi salah satu obyek wisata andalan bagi Kabupaten Tapin. Gua Batu Hapu juga tempat yang menarik bagi mereka yang ingin belajar speleologi (studi ilmiah mengenai gua).



Borneo Speleology Community (BSC)

Jum’at, 23 Oktober 2015 kemarin rombongan dari Borneo Speleology Community (BSC) berkunjung ke tempat ini. BSC dibentuk saat Workshop Rencana Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup pada Kawasan Karst di Ekoregion Kalimantan yang dilaksanakan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan bekerjasama dengan Mapala STIENAS Banjarmasin agar penggiat alam bebas maupun pemerhati lingkungan di Kalimantan Selatan memiliki wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan demi kemajuan speleologi dan kelestarian kawasan karst. Dibimbing oleh para nara sumber yang ahli di bidang karst dan eksplorasi gua, mereka melakukan diskusi tentang kondisi gua Batu Hapu.

mendengarkan penjelasan nara sumber

mendengarkan penjelasan nara sumber


Gua Batu Hapu merupakan gua yang indah dengan beberapa ruangan besar di dalamnya. Meski dihuni kelelawar, gua ini pun tidak terlalu gelap akibat lorongnya yang tidak terlalu panjang dan memiliki banyak mulut gua. Pada langit-langit gua di salah satu ruangannya juga terdapat lubang yang besar sehingga sinar matahari dapat masuk dan menjadi sumber penerangan bagi isi gua. Selain di depan mulut gua, di ruangan yang berlubang di langit-langitnya inilah spot berfoto favorit bagi para pengunjung.
  

ornamen gua

ornamen gua
Akses jalan yang bagus dari Kota Binuang ke lokasi gua, fasilitas penunjang seperti loket masuk, parkir, toilet, tangga masuk, bahkan papan peringatan yang berisi kode etik saat berada di gua menunjang gua Batu Hapu sebagai obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan agar dapat menarik lebih banyak wisatawan. Sayangnya, tidak semua wisatawan yang datang ke tempat ini sadar bahwa gua merupakan tempat yang rapuh dan harus dilindungi. Sampah-sampah berserakan di lantai-lantai gua. Vandalisme dari pengunjung-pengunjung yang tidak ramah lingkungan pun turut ‘meramaikan’ dinding gua yang tentunya tidak tercipta dalam waktu yang singkat. Ini menjadi PR bagi kita semua untuk tak henti-hentinya mengedukasi siapapun untuk turut menjaga lingkungan (termasuk gua) agar terus lestari sehingga bisa dinikmati hingga generasi yang akan datang.Para peserta juga diajak untuk caving ke gua yang berada tidak jauh dari Gua Batu Hapu.

jangan ditiru

jangan ditiru

Kalimantan Selatan memiliki kawasan karst yang cukup luas, termasuk di dalamnya gua-gua yang masih perlu dieksplorasi. Perlindungan kawasan karst dan gua-gua yang ada di Kalimantan Selatan pun perlu dilakukan karena gua memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, baik sebagai gudang air tanah potensial, fasilitas penyangga mikro ekosisten yang sangat peka dan vital bagi kehidupan makro ekosistem di luar gua, laboratorium ilmiah, obyek sosial budaya, maupun sebagai indikator perubahan lingkungan karena gua sangat sensitif dengan perubahan kondisi lingkungan di sekitarnya.Hal sepele yang bisa kita lakukan misalnya dengan tidak melakukan vandalisme dan membuang sampah di dalam gua.

ngangkut sampah

Mari kita jaga kelestarian gua dan kawasan karst bersama-sama.Bumi merupakan titipan dari anak cucu kita. Oleh karena itu, pembangunan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada sekarang dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.



Foto-foto: Borneo Speleologi Community.
Ditulis oleh: Farina Amelia

3 comments:

 

@visitkalsel on Twitter



@visitkalsel on Instagram


 
Blogger Templates